Ide untuk membuat antologi kisah “Perempuan Berdaster” ini adalah karena fenomena yang terjadi selama covid-19 yang menyerang dunia. Kehidupan seakan lumpuh. Manusia hanya berinteraksi via dunia maya. Menikmati waktu luang dengan tidak ke mana-mana. Perjalanan hanya seputar kasur, sumur, dapur, dan beranda.
Perubahan ini telah membuat Mak-mak beralih mengisi jeda dengan berbagai aktivitas di rumah. Salah satu contoh aktivitas itu adalah menanam bunga. Mak-mak yang semula tidak menyukai bunga, kini beralih dan bahkan cenderung menjadi tergila-gila. Tiada hari tanpa bunga. Selain itu, tontonan acara kuliner via youtobe juga laris manis.Banyak Mak-mak yang jadi chef dadakan, mempratikkan hasil berselancar prosedur masak-memasak itu.
Masa pandemi ini juga telah membuat Mak-mak lupa untuk memborong busana dan sepatu new arrival di mal-mal. Membeli semua itu tak ada gunanya. Nah, satu-satunya busana yang paling laris manis saat ini adalah busana yang bernama daster. Pakaian longgar itu banyak diminati. Perusahan konfeksi sangat melek melihat perubahan ini. Maka daster didesain sedemikian rupa dengan aneka pilihan mode dan warna. Daster naik kelas menjadi outfit yang modis dan fashionable. Anggapan sepele bagi perempuan berdaster yang berkesan lusuh dan kumuh kini sirna. Berganti dengan perempuan modis dan cantik yang berbalut daster masa kini. Duduk cantik di depan laptop, baik sebagai peserta webinar atau sebagai pembicara. Siapa sangka, pandemi membawa daster mengubah selera dan anggapan.
Perempuan Berdaster
Rp75,000.00
Detail Buku
Stok 10
Deskripsi
Sinopsis
Ide untuk membuat antologi kisah “Perempuan Berdaster” ini adalah karena fenomena yang terjadi selama covid-19 yang menyerang dunia. Kehidupan seakan lumpuh. Manusia hanya berinteraksi via dunia maya. Menikmati waktu luang dengan tidak ke mana-mana. Perjalanan hanya seputar kasur, sumur, dapur, dan beranda.
Perubahan ini telah membuat Mak-mak beralih mengisi jeda dengan berbagai aktivitas di rumah. Salah satu contoh aktivitas itu adalah menanam bunga. Mak-mak yang semula tidak menyukai bunga, kini beralih dan bahkan cenderung menjadi tergila-gila. Tiada hari tanpa bunga. Selain itu, tontonan acara kuliner via youtobe juga laris manis.Banyak Mak-mak yang jadi chef dadakan, mempratikkan hasil berselancar prosedur masak-memasak itu.
Masa pandemi ini juga telah membuat Mak-mak lupa untuk memborong busana dan sepatu new arrival di mal-mal. Membeli semua itu tak ada gunanya. Nah, satu-satunya busana yang paling laris manis saat ini adalah busana yang bernama daster. Pakaian longgar itu banyak diminati. Perusahan konfeksi sangat melek melihat perubahan ini. Maka daster didesain sedemikian rupa dengan aneka pilihan mode dan warna. Daster naik kelas menjadi outfit yang modis dan fashionable. Anggapan sepele bagi perempuan berdaster yang berkesan lusuh dan kumuh kini sirna. Berganti dengan perempuan modis dan cantik yang berbalut daster masa kini. Duduk cantik di depan laptop, baik sebagai peserta webinar atau sebagai pembicara. Siapa sangka, pandemi membawa daster mengubah selera dan anggapan.
Informasi Tambahan
Related Products
MERACIK KATA JADI CERITA Antologi Cerpen
Rp75,000.00 Tambah ke keranjangSerpihan Kisah yang Terlupa: Kumpulan Pentigraf
Rp22,000.00 Tambah ke keranjangPORTAL MISTERIUS KE PLANET OLAHGARION
Rp50,000.00 Tambah ke keranjang