AMPUN, MAK!, menceritakan kisah kehidupan seorang anak sekolahan bernama Noven. Di tengah situasi dan kondisi kehidupan yang semakin susah, tetiba tuntutan untuk biaya hidup semakin meninggi. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pandemi yang melanda bangsa ini. Ya, Covid-19 telah merubah segalanya. Baik tatanan kehidupan normal menjadi tidak normal. Semua sektor telah menjadi korbannya. Salah satunya adalah dunia pendidikan.
Sebagai anak remaja yang mulai tumbuh dan berkembang dalam mencari jati diri. Banyak hal yang menjadi acuan bagi Noven untuk bisa mengarungi ujian kehidupan ini. Mulai dari belajar secara daring melalui dunia maya, sampai pada embel-embel tuntutan biaya paket data dan lain sebagainya. Sementara pemberlakuan PPKM menuntut msyarakat untuk tetap di rumah.
Belum lagi, kehidupan orang tuanya yang semakin tidak jelas, semenjak ayahnya dipecat dari pekerjaannya. Meskipun akhirnya dapat berjualan keliling setelah beberapa lamanya, namun hal ini menjadi semangat baru baginya untuk bsia menjadi anak yang lebih baik lagi.
Berkat semangat dan kerja kerasnya, akhirnya sedikit demi sedikit perekonomiannya semakin maju dan membaik. Bukan menjadi orang kaya semata tujuannya, tapi lebih kepada berkah yang hendak diraihnya.
AMPUN, MAK!
Rp23,000.00
Detail Buku
Deskripsi
Sinopsis
AMPUN, MAK!, menceritakan kisah kehidupan seorang anak sekolahan bernama Noven. Di tengah situasi dan kondisi kehidupan yang semakin susah, tetiba tuntutan untuk biaya hidup semakin meninggi. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pandemi yang melanda bangsa ini. Ya, Covid-19 telah merubah segalanya. Baik tatanan kehidupan normal menjadi tidak normal. Semua sektor telah menjadi korbannya. Salah satunya adalah dunia pendidikan.
Sebagai anak remaja yang mulai tumbuh dan berkembang dalam mencari jati diri. Banyak hal yang menjadi acuan bagi Noven untuk bisa mengarungi ujian kehidupan ini. Mulai dari belajar secara daring melalui dunia maya, sampai pada embel-embel tuntutan biaya paket data dan lain sebagainya. Sementara pemberlakuan PPKM menuntut msyarakat untuk tetap di rumah.
Belum lagi, kehidupan orang tuanya yang semakin tidak jelas, semenjak ayahnya dipecat dari pekerjaannya. Meskipun akhirnya dapat berjualan keliling setelah beberapa lamanya, namun hal ini menjadi semangat baru baginya untuk bsia menjadi anak yang lebih baik lagi.
Berkat semangat dan kerja kerasnya, akhirnya sedikit demi sedikit perekonomiannya semakin maju dan membaik. Bukan menjadi orang kaya semata tujuannya, tapi lebih kepada berkah yang hendak diraihnya.
Related Products
Dari SIT Al-Ittihad untuk Palestina SUARA HATI Generasi Muda Al-Ittihad
Rp45,000.00 Tambah ke keranjangMutiara Ibu Sambung
Rp51,000.00 Tambah ke keranjangGELORA JUANG ANAK TRANSMIGRASI
Rp29,500.00 Tambah ke keranjang