Buku ceghita ini sayo beghi judul “Lampu Colok”. Latar ceghito mengisahkan tentang tradisi meghayokan malam dua puluh (ganjil) bulan Ramadan yang behubungan dengan malam lailatul qadar di Kabupaten Bengkalis, tepatnyo di Desa Simpang Ayam. Tradisi ini dirayokan oleh umat muslim dengan cagho memasang atau membuat miniatur bebentuk simbol-simbol Islam. Desa Simpang Ayam menjadi pilihan kareno desa tesebut setiap tahun selalu memenangkan lomba dalam ajang membuat miniatur hiasan lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis. Kareno lokasi daerah ini adalah bagian dari Kabupaten Bengkalis, maka ceghito ini jugo menggunakan bahaso Melayu Riau Bengkalis.
Ceghito “Lampu Colok” gabungan antara fakta dan fiksi. Bebeghapa fakta yang ado yakni tentang tradisi malam tujuh likur, tentang Desa Simpang Ayam yang menjadi langganan pemenang lomba pada setiap diadokannya lumbo Malam Tujuh Likur yang diadakan oleh Pemda Bengkalis. Fakta lain yang tedapat dalam ceghito ini adolah tentang bebeghapo warga Desa Simpang Ayam dipecayo oleh Gubernur Riau, Bapak Syamsuar untuk membuat miniatur lampu colok pada Ramadan tahun 2022 ini. Miniatur lampu colok tesebut akan dipasang di halaman umah gubernur di Jalan Diponegoro dan di halaman Kantor Gubernur Provinsi Riau, di Jalan Sudirman Pekanbaru. Untuk rangkaian ceghito, hanyalah sebuah rangkaian kisah fiktif. Namo tokoh besrto alur hanya rekaan semata. Bilo ado namo tokoh beseto sifat yang samo, tak lain tak bukan hanyolah sebuah kebetulan sajo.
LAMPU COLOK: Cerita Anak Berbahasa Melayu Riau
Rp45,000.00
Deskripsi
Sinopsis
Buku ceghita ini sayo beghi judul “Lampu Colok”. Latar ceghito mengisahkan tentang tradisi meghayokan malam dua puluh (ganjil) bulan Ramadan yang behubungan dengan malam lailatul qadar di Kabupaten Bengkalis, tepatnyo di Desa Simpang Ayam. Tradisi ini dirayokan oleh umat muslim dengan cagho memasang atau membuat miniatur bebentuk simbol-simbol Islam. Desa Simpang Ayam menjadi pilihan kareno desa tesebut setiap tahun selalu memenangkan lomba dalam ajang membuat miniatur hiasan lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis. Kareno lokasi daerah ini adalah bagian dari Kabupaten Bengkalis, maka ceghito ini jugo menggunakan bahaso Melayu Riau Bengkalis.
Ceghito “Lampu Colok” gabungan antara fakta dan fiksi. Bebeghapa fakta yang ado yakni tentang tradisi malam tujuh likur, tentang Desa Simpang Ayam yang menjadi langganan pemenang lomba pada setiap diadokannya lumbo Malam Tujuh Likur yang diadakan oleh Pemda Bengkalis. Fakta lain yang tedapat dalam ceghito ini adolah tentang bebeghapo warga Desa Simpang Ayam dipecayo oleh Gubernur Riau, Bapak Syamsuar untuk membuat miniatur lampu colok pada Ramadan tahun 2022 ini. Miniatur lampu colok tesebut akan dipasang di halaman umah gubernur di Jalan Diponegoro dan di halaman Kantor Gubernur Provinsi Riau, di Jalan Sudirman Pekanbaru. Untuk rangkaian ceghito, hanyalah sebuah rangkaian kisah fiktif. Namo tokoh besrto alur hanya rekaan semata. Bilo ado namo tokoh beseto sifat yang samo, tak lain tak bukan hanyolah sebuah kebetulan sajo.
Related Products
Merajut Diksi, Mengolah Rasa: Antologi Puisi
Rp45,000.00 Tambah ke keranjangMEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN: Inovasi dan Strategi Pembelajaran Efektif
Rp50,000.00 Tambah ke keranjangKEMILAU LITERASI DALAM GORESAN PENA Antologi Artikel Ilmiah Populer
Rp60,000.00 Tambah ke keranjang