Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pemeo ini sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Mengapa diksi guru yang melekat pada pameo tersebut? Jawabannya sederhana karena guru adalah sosok panutan yang akan menjadi jembatan anak didiknya menuju masa depan. Secara tidak langsung, masa depan bangsa ada di tangan pendidik Indonesia. Karenanya, sebagai guru tentulah sangat berhati-hati dalam sikap, ucap, dan adab.
Jangan pernah bermimpi negeri kita akan setara dengan negara maju lainnya, jika Pendidikan kita antiliterasi. Literasi adalah pondasi awal sebuah peradaban. Tingkat kesejahteraan, kenyamanan dalam kehidupan akan terwujud seiring dengan tingginya angka literasi. Buku ini adalah contoh tindakan terpuji dari seorang pendidik negeri yang patut diteladani. Mau tahu apa yang ada di dalamnya? Mari berliterasi sejak hari ini.
Rasa cintaku yang besar kepadanya, membuatku takut kehilangannya. Sebenarnya agar ia tahu bahwa aku mencintainya, harusnya aku berani mengungkapkan. Yang kutakutkan adalah, ketika aku mengungkapkan isi hatiku, ia akan lenyap dari pandanganku. Ia akan pergi, itu yang aku tak inginkan. Hati dan perasaanku bergejolak tak menentu.
AKU INGIN (Kumpulan Pentigraf)
Rp20,000.00
Detail Buku
Deskripsi
Sinopsis
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pemeo ini sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Mengapa diksi guru yang melekat pada pameo tersebut? Jawabannya sederhana karena guru adalah sosok panutan yang akan menjadi jembatan anak didiknya menuju masa depan. Secara tidak langsung, masa depan bangsa ada di tangan pendidik Indonesia. Karenanya, sebagai guru tentulah sangat berhati-hati dalam sikap, ucap, dan adab.
Jangan pernah bermimpi negeri kita akan setara dengan negara maju lainnya, jika Pendidikan kita antiliterasi. Literasi adalah pondasi awal sebuah peradaban. Tingkat kesejahteraan, kenyamanan dalam kehidupan akan terwujud seiring dengan tingginya angka literasi. Buku ini adalah contoh tindakan terpuji dari seorang pendidik negeri yang patut diteladani. Mau tahu apa yang ada di dalamnya? Mari berliterasi sejak hari ini.
Rasa cintaku yang besar kepadanya, membuatku takut kehilangannya. Sebenarnya agar ia tahu bahwa aku mencintainya, harusnya aku berani mengungkapkan. Yang kutakutkan adalah, ketika aku mengungkapkan isi hatiku, ia akan lenyap dari pandanganku. Ia akan pergi, itu yang aku tak inginkan. Hati dan perasaanku bergejolak tak menentu.
Related Products
SENANDIKA-JEJAK 2020
Rp28,500.00 Tambah ke keranjangPerempuan Berdaster
Rp75,000.00 Tambah ke keranjangMutiara Ibu Sambung
Rp51,000.00 Tambah ke keranjang